Pengen Punya WebSite instan kualitas intan ?

Showing posts with label network. Show all posts
Showing posts with label network. Show all posts

Monday, May 2, 2011

Juniper NetScreen-5GT

Juniper NetScreen-5GT
Juniper NetScreen-5GT merupakan set device kelas enterprise yang kaya akan fitur, misal ; solusi untuk network security, Stateful and Deep Inspection firewall, IPSec VPN, denial of service protection, antivirus and Web filtering. Untuk perlindungan tingkat aplikasi, NetScreen-5GT support dengan scanning virus yang berfungsi untuk meng-eliminasi ancaman virus pada jaringan.


CONNECTING THE NETSCREEN DEVICE TO THE NETWORK
  • Hubungkan Ethernet cable dari port Untrusted pada NetScreen-5GT ke external router atau modem.
  • Hubungkan salah satu dari 4 port Trusted pada NetScreen-5GT ke LAN via internal switch atau hub. Atau, anda juga bisa langsung menghubungkan ke PC.

Setelah semua terhubung, anda bisa mengakses netscreen via WebUI atau via console menggunakan telnet. IP default netscreen 192.168.1.1 dengan username netscreen dan password netscree. Namun, apabila netscreen sudah terkonfigurasi dan anda tidak tau berapa ip atau login passwordnya, anda bisa me-reset / mengembalikan ke settingan default.

RESETTING THE DEVICE TO FACTORY DEFAULTS

Jika anda kehilangan admin password, anda dapat reset NetScreen-5GT ke default setting. Hal ini akan mengakibatkan hilangnya semua konfigurasi yang ada.

Anda dapat mengembalikan ke default setting dengan 2 cara :
  • Menggunakan Console Connection. For further information, see the “Administration” chapter in Volume 3 of the NetScreen Concepts & Examples ScreenOS Reference Guide.
  • Menggunakan reset pinhole yang ada pada bagian belakang.

Using the Reset Pinhole :
Anda dapat me-reset NetScreen-5GT dan mengembalikan ke default setting dengan menekan reset pinhole. Untuk melakukan ini, anda perlu memperhatikan status LEDs yang ada pada bagian depan pada perangkat NetScreen-5GT.
  • Cari reset pinhole pada bagian belakang. Gunakan kawat kecil atau paper clip untuk menekan reset pinhole selama 4 sampai 6 detik dan lepas. 
 


    catatan: ketika anda menekan reset pinhole, Status LED blinks amber.
  • Tunggu 1 sampai 2 detik setelah reset pertama, power LED blinks green; NetScreen-5GT menunggu untuk reset ke-2.
  • Tekan reset pinhole sekali lagi selama 4 sampai 6 detik sampai Status LED lights amber untuk beberapa detik lalu semua lampu light amber dan status LED kembali ke blinking green state.
  • Tunggu beberapa saat sampai status LED berkedip, setelah itu cek pada pc/workstation, bila anda mendapat ip DHCP dari NetScreen dan dapat mengakses 192.168.1.1 dengan user netscreen dan password netscren, berarti perangkat berhasil di reset.

KONFIGURASI AWAL MENGGUNAKAN WIZARD PADA WebUI

  • Access NetScreen-5GT dari WebUI dengan cara ketik alamat http://192.168.1.1 pada browser,
  • Inputkan Admin Name : netscreen dan password : netscreen (Login default),
  • Dihalaman berikutnya, anda akan menemui halaman rapid deployment wizard, klik next,
  • Pada halaman Initial Configuration Wizard pertama, klik next,
  • Pada halaman Enter administrator name and password, isikan Admin name dan password baru untuk mengakses NetScreen dan klik next,
  • Berikutnya di tawarkan apakah enable NAT? Beri centang dan klik next,
  • Untuk pilihan port mode, pilih Trust-Untrust mode dan klik next,
  • Selanjutnya, bagaimana perangkat netscreen anda terhubung ke internet (pada Untrust zone)? Jika router/modem anda menyediakan service DHCP, anda dapat memilih DHCP, jika tidak anda bisa memilih Static IP dengan meng-input secara manual, next,
  • Lalu dilanjutkan dengan memberi IP pada interface Trust (IP untuk LAN),next,
  • Berikutnya, apakah LAN anda menerima IP secara DHCP?, jika anda memilih Yes, tentukan start and end range IP nya, next,
  • Halaman selanjutnya menampilkan review setting yang telah anda tentukan menggunakan wizard, jika cocok anda bisa klik next,
  • Close, tunggu beberapa saat dan akses ulang menggunakan alamat yang anda tentukan pada interface Trust dan login menggunakan admin name beserta password yang baru.

HOW TO ALLOW SSH FROM UNTRUST ZONE TO TRUST ZONE?
Secara default, netscreen memperbolehkan akses dari dalam ke luar (dari trust zone ke untrust zone) dan memblock seluruh akses dari luar ke dalam. Agar kita bisa mengkonfigurasi workstation atau server di belakang netscreen dari luar kita harus membuat rule/policynya terlebih dahulu. Contoh memperbolehkan akses ssh dari workstation yang ada pada untrust zone ke workstation yang ada pada trust zone :
kotak warna merah adalah workstation yang ada pada Untrust zone.

mapping of a public address to a private address using the WebUI:

  • Buka WebUI
  • Pada list menu sebelah kiri pilih Network – Interfaces,
  • Klik Edit untuk Untrust Interface pada IP 1.1.1.1/24,
  • Pada halaman selanjutnya/halaman edit, klik menu MIP pada daftar menu di deretan atas,
  • Klik tombol New pada bagian pojok kanan atas di halaman tersebut,
Mapped IP diisi dengan ip yang available/belum digunakan pada untrust zone.
Host IP diisi dengan ip webserver/workstation yang akan diakses via SSH.
Netmask diisi 255.255.255.255 jika anda menentukan untuk single host, jika anda menentukan untuk network, anda bisa mengisikan network sabnetmask yang dibutuhkan.
Host Virtual Router Name pilih trust-vr
  • Klik OK

create policies :
  • Pada list menu sebelah kiri pilih Policies,
  • Pada From menu pilih Untrust, serta pada to pilih Trust klik tombol Go lalu tombol New,
  • Source Address pilih Address Book Entry : Any
  • Destination Address pilih Address Book Entry : Any
  • Service pilih SSH
  • Action pilih Permit
  • Klik OK

Friday, April 29, 2011

NAT (Network Address Translation)

Udah gak terasa nih, teknologi sekarang udah melesat tinggi. Seperti IP versi 4 sebentar lagi akan tetutup oleh IP versi 6. begitu cepatnya teknologi ini ya. Apa sich pengrtian NAT itu?? Network Address Translation atau biasanya orang sering menyebutnya NAT adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan, dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan.

Alamat IP, bagaimana alamat IP disini bekerja...
Saat ini, protokol IP yang banyak digunakan adalah IP versi 4 (IPv4). Dengan panjang alamat 4 byte berarti terdapat 2 pangkat 32 = 4.294.967.296 alamat IP yang tersedia. Jumlah ini adalah jumlah komputer yang dapat langsung koneksi ke internet. Oleh karena keterbatasan inilah sebagian besar ISP (Internet Service Provider) hanya akan mengalokasikan satu alamat untuk satu penggna dan alamat ini bersifat dinamik, dinamik disini maksudnya adalah Dinamik NAT dengan Pool (kelompok).
Translasi Dinamik terjadi ketika router NAT diset untuk memahami alamat lokal yang harus ditranslasikan, dan kelompok (pool) alamat global yang akan digunakan untuk terhubung ke internet. Proses NAT Dinamik ini dapat memetakan bebarapa kelompok alamat lokal ke beberapa kelompok alamat global. dalam arti alamat IP yang diberikan akan berbeda setiap kali user melakukan koneksi ke internet. Akan tetapi ini akan menyulitkan untuk bisnis golongan menengah ke bawah. Di satu sisi mereka membutuhkan banyak komputer yang terkoneksi ke internet, akan tetapi di sisi lain hanya tersedia satu alamat IP yang berarti hanya ada satu komputer yang bisa terkoneksi ke internet. Itulah perlunya NAT pada jaringan komputer yang sistem alamat IP-nya terbatas. Dengan NAT gateway yang dijalankan di salah satu komputer, satu alamat IP tersebut dapat dibagi ke beberapa komputer yang lain dan mereka bisa melakukan koneksi ke internet secara bersamaan. Dengan begitu bagi para pengusaha menengah ke bawah menjadi lancar kan..

ternyata di dalam NAT juga diperlukan keamanan. bagaimana ke amanan tersebut?
Di dalam NAT sangat diperlukan keamanan. Misalnya ketika suatu komputer terkoneksi ke internet, komputer tersebut tidak saja dapat mengakses misalnya ke server atau suatu situs tertentu, tetapi komputer tersebut juga sangat mungkin untuk diakses oleh komputer lain yang sama-sama terkoneksi ke internet. Jika hal ini terjadi dan disalahgunakan, apabila sampai terjadi seprti hal tersebut akan sangat membahayakan. Data-data penting bisa saja dilihat atau bahkan dicuri oleh orang yang tak bertanggungjawab. NAT secara otomatis akan memberikan proteksi seperti halnya firewall dengan hanya mengizinkan koneksi yang berasal dari dalam jaringan. Hal ini berarti tingkat keamanan suatu jaringan akan meningkat, karena kemungkinan koneksi dari luar ke dalam jaringan menjadi relatif sangat kecil.

Administrasi Jaringan dalam NAT
hmmmm...didalam NAT perlu adanya administrasi??
Dengan NAT, suatu jaringan yang besar dapat dipecah-pecah menjadi jaringan yang lebih kecil. Bagian-bagian kecil tersebut masing-masing memiliki satu alamat IP, sehingga dapat menambahkan atau mengurangi jumlah komputer tanpa mempengaruhi jaringan secara keseluruhan. Selain itu, pada gateway NAT modern terdapat server DHCP yang dapat mengkonfigurasi komputer client secara otomatis. Hal ini sangat menguntungkan bagi admin jaringan karena untuk mengubah konfigurasi jaringan, admin hanya perlu mengubah pada komputer server dan perubahan ini akan terjadi pada semua komputer client. Selain itu gateway NAT mampu membatasi akses ke internet, juga mampu mencatat semua traffic, dari dan ke internet. Secara keseluruhan, dengan segala kelebihan gateway NAT tersebut, admin jaringan akan sangat terbantu dalam melakukan tugas-tugasnya.

Monday, March 14, 2011

NTOP

Untuk memonitoring aktifitas di jaringan, pada masa lalu kita lebih sering menggunakan software Multi Router Traffic Grapher (MRTG). MRTG memungkinkan kita untuk melihat bandwidth total yang digunakan di jaringan. MRTG sebetulnya relatif sederhana sekali, tidak ada informasi lebih detail tentang aktifitas detail yang terjadi di jaringan.
Belakangan, saya lihat software NTOP akan sangat menarik jika kita gunakan untuk memonitor aktiftas yang terjadi di jaringan kita karena sangat banyak sekali informasi yang dapat di peroleh tetapi teknik instalasi-nya sangat sederhana sekali.

installasi NTOP bersama RRD Tool

root@prayoga-desktop:~# aptitude install ntop
root@prayoga-desktop:~# aptitude install rrdcollect rrdtool rrdtool-tcl

buat folder yang dibutuhkan rrdrool

root@prayoga-desktop:~# mkdir /var/lib/ntop/rrd
root@prayoga-desktop:~# mkdir /var/lib/ntop/rrd/graphics
root@prayoga-desktop:~# mkdir /var/lib/ntop/rrd/flows
root@prayoga-desktop:~# mkdir /var/lib/ntop/rrd/interfaces
root@prayoga-desktop:~# chown -Rf ntop.root /var/lib/ntop

ada baiknya di ubah permission dari folder RRD menjadi 777. Memang ini berbahaya sekali untuk operasi di level ISP, tapi di level RT/RW-net atau perkantoran atau WARNET yang keamanannya tidak terlalu berbahaya sekali tampaknya agak aman-aman untk mengubah permission menjadi 777 menggunakan perintah

root@prayoga-desktop:~# chmod -Rf 777 /var/lib/ntop/rrd


Selanjutnya kita perlu menset password administrator ntop menggunakan perintah

root@prayoga-desktop:~# ntop –set-admin-password

Untuk menjalankan ntop dapat dilakukan menggunakan perintah

root@prayoga-desktop:~# ntop

atau

root@prayoga-desktop:~# /etc/init.d/ntop start

Selesai sudah dan NTOP dapat digunakan dengan cara mengakses menggunakan Web pada alamat port 3000
misal : http://ip_server:3000